![]() |
SOPPENG – Harapan baru menyeruak di tengah deru mesin pengeboran yang memecah keheningan jantung Kota Watansoppeng. Persoalan klasik krisis air bersih yang telah membebani warga selama puluhan tahun kini menemui titik terang yang nyata. Sebuah ikhtiar besar sedang berlangsung untuk memerdekakan warga dari dahaga panjang.
Pantauan langsung di lokasi pada Senin (6/4/2026), suasana haru sekaligus optimisme pecah saat mata bor menyentuh kedalaman 90 meter. Air jernih terpantau mulai muncrat ke permukaan dengan tekanan kuat, seolah menjadi pertanda bahwa penantian panjang masyarakat Soppeng akan segera berakhir.
Meski debit air sudah mulai meluap, tim teknis tidak ingin gegabah. Pengawas kegiatan pengeboran, Johan, menegaskan bahwa proses eksplorasi akan terus dilakukan untuk menjamin kualitas dan kuantitas air dalam jangka panjang.
"Target kami adalah mencapai kedalaman 200 meter. Ini penting untuk memastikan pasokan air tetap stabil, melimpah, dan bebas dari risiko kekeringan meski di musim kemarau ekstrem sekalipun," ujar Johan yang didampingi Direktur PDAM, Hasanuddin.
Komitmen dari Balik Kemudi Pemerintahan
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, yang dihubungi di sela perjalanannya usai menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696, menyambut kabar ini dengan penuh syukur. Baginya, proyek pengeboran ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan pemenuhan hak dasar rakyat.
Beliau menekankan bahwa langkah ini didasari oleh Nawaitu (niat suci) untuk pengabdian. "Semua yang kita laksanakan ini tak lebih dari tanggung jawab kami sebagai pelayan masyarakat. Mari kita doakan bersama agar ikhtiar ini dimudahkan hingga tuntas," tutur Bupati Suwardi dengan nada rendah hati.
Dampak bagi Masyarakat dan Momentum Hari Jadi
Bagi warga Kota Watansoppeng, air bersih adalah persoalan martabat dan kesejahteraan yang telah diperjuangkan lintas generasi. Berikut adalah poin penting dari dampak proyek ini:
- Kemandirian Air: Mengakhiri ketergantungan pada pasokan air yang tidak stabil selama puluhan tahun.
- Ketahanan Musim: Menjamin ketersediaan air bahkan saat puncak musim kemarau.
- Kesehatan Publik: Kualitas air jernih dari kedalaman bumi akan meningkatkan standar kesehatan warga.
Kado Istimewa di Hari Jadi Soppeng
Momentum ini dipastikan menjadi catatan emas dalam sejarah Bumi Latemmamala. Keberhasilan pengeboran ini akan menjadi kado paling berharga bagi masyarakat.
Rencananya, sumber mata air baru ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada puncak perayaan Hari Jadi Soppeng ke-765 yang jatuh pada Rabu, 8 April 2026. Kehadiran sumber air ini menjadi bukti nyata kepemimpinan yang responsif dalam menjawab jeritan rakyat yang telah mendambakan kemandirian air bersih sejak lama. (***)

