-->



News

Mahasiswa dan Buruh Bersatu, KPMKU Makassar Soroti Pendidikan dan Infrastruktur Perbatasan di Momentum May Day dan Hardiknas

Mitraliputan02
Minggu, 03 Mei 2026, 13:54 WIB Last Updated 2026-05-03T06:54:58Z


MAKASSAR — Momentum peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan oleh berbagai elemen mahasiswa untuk menyuarakan tuntutan keadilan sosial, Jumat (1/5/2026). Salah satunya datang dari Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Utara–Makassar (KPMKU Makassar) yang turut bergabung bersama sejumlah aliansi mahasiswa dalam aksi solidaritas di Kota Makassar.


Ketua Umum KPMKU Makassar, Jhun Herul, menegaskan bahwa persoalan buruh dan pendidikan merupakan isu yang saling berkaitan dan harus menjadi perhatian serius pemerintah.


“Kami hadir bersama kawan-kawan aliansi mahasiswa untuk menegaskan bahwa isu buruh dan pendidikan adalah persoalan bersama. Buruh membutuhkan jaminan kesejahteraan yang adil, sementara mahasiswa menuntut sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Keduanya tidak bisa dipisahkan,” tegas Jhun Herul dalam pernyataan sikapnya.


Menurutnya, aksi tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk solidaritas nyata mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal arah kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.


Ia mendesak pemerintah agar lebih serius memperhatikan hak-hak buruh sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah perbatasan, khususnya di Kalimantan Utara.


“Kami mendesak pemerintah untuk lebih serius memperhatikan hak-hak buruh serta memastikan akses pendidikan yang merata di seluruh Indonesia, termasuk di daerah perbatasan Kalimantan Utara. Pemerataan pendidikan di wilayah perbatasan harus menjadi prioritas, agar tidak ada lagi ketimpangan kesempatan belajar bagi generasi muda,” lanjutnya.


Tak hanya soal pendidikan, Jhun Herul juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penopang utama peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan perbatasan.


Menurutnya, keterbatasan akses jalan, transportasi, jaringan komunikasi, hingga fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan nyata yang dihadapi masyarakat Kalimantan Utara, terutama di wilayah terluar dan perbatasan negara.


“Infrastruktur yang memadai di wilayah perbatasan mulai dari akses jalan, transportasi, jaringan komunikasi, hingga fasilitas pendidikan merupakan kunci untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tanpa itu, sulit berbicara tentang keadilan pendidikan dan kesejahteraan,” ujarnya.


Aksi tersebut diikuti berbagai aliansi kemahasiswaan sebagai simbol persatuan suara dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, buruh, dan dunia pendidikan.


“Hari ini kami tidak hanya memperingati, tetapi juga bergerak. Karena perubahan tidak akan datang tanpa tekanan dan partisipasi aktif dari rakyat,” tutupnya.


Report: Arifuddin Sebatik 

Komentar

Tampilkan

Terbaru